Cara berpakaian, tutur kata, dan kebiasaan sehari-hari bisa dijadikan salah satu cerminan dari kepribadian seseorang. Walaupun tidak sepenuhnya benar lho. Namun ada media lain yang lebih menarik untuk menganalisis kepribadian seseorang, yakni lewat tulisan tangan dan tanda tangannya. Hah kok bisa?
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Fakta gelap sejarah tahun 66 hingga kini masih diselimuti kabut pekat. Siapa dalang utama peristiwa G30S/PKI masih beragam versi, rumit, dan penuh teka-teki. Ada yang menduga Amerika terlibat kuat peristiwa itu dan Soeharto dijadikan sebagai "alatnya". "Namun betapun buruknya sejarah tidak harus jadi bahan pertentangan, tapi dijadikan sebagai pijakan dalam berpikir dan bertindak di masa depan, hingga bisa melahirkan generasi bijak dan bisa mengisi kemerdekaan, " ujar Mulyono, Pemimpin Redaksi Visimedia Pustaka di tengah diskusi buku Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa: Dari Revolusi 45 hingga Kudeta 66. Acara itu digelar Senin, 7 Juli 2008 dalam Pesta Buku Super Murah Kediri 2008 di Gedung Nasional Indonesia. Hadir sebagai pembicara pendamping Dr. Suko Susilo, seorang Sosiolog dari Kediri.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Permasalahan hukum memang gampang-gampang susah. Tidak semua dari kita dapat memahaminya dengan cepat dan tepat tanpa bantuan seseorang yang ahli dalam bidang tersebut. Hal inilah yang coba diangkat oleh VisiMedia dalam Pesta Buku Jakarta 2008 di Gelora Bung Karno, Jakarta.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Minggu, 29 Juni 2008 VisiMendia menggelar klinik dari buku Menguak Rahasia Tulisan Tangan dan Tanda Tangan yang ditulis oleh Dyan R. Helmi dan Ihsan Satyanugraha pada acara Pesta Buku Jakarta 2008 di Gelora Bung Karno, Istora Senayan. |
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Istora Senayan- Sabtu, 28 Juni 2008
Bagi generasi muda mungkin nama H. Maulwi Saelan adalah nama yang asing. Namun, untuk sebagian besar generasi tua cukup nama ini akrab dikenal. Ada yang mengenalnya sebagai penjaga gawang PSSI yang spektakuler di zamannya. Ada pula yang mengenal sebagai Wakil komandan Tjakrabirawa. Ada juga yang menyebut sebagai seorang pendidik.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Niatan berbagai ilmu pengetahuan untuk memberi setitik pencerahan kepada orang lain lewat buku memang perlu terus disosialisasikan secara terbuka. Namun hal ini tak perlu dipaksakan tentunya. Nah, mungkin Anda pernah menyimak sebuah wasiat kuno dari negeri China: "buatlah buku maka kamu akan hidup seribu tahun." Wasiat abadi ini saya kutip dari esai berjudul Dicari Guru yang Penulis! yang ditulis Hikmat Kurnia, direktur Agromedia Group. Ya, memang jika kita mati dengan meninggalkan karya buku tentu akan terus dikenang dan diabadikan oleh sejarah, seperti halnya Plato ataupun Pramoedya Ananta Toer, bukan?
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Ada temuan menarik diakhir acara bengkel penulisan untuk guru di Malang yang diselenggarakan Sabtu, 14 Juni 2008. Ternyata bagi sebagian besar guru, soal menulis bukanlah hal yang sulit. Namun, untuk menembus penerbitan inilah yang susah. Banyak guru yang biasa menulis tapi belum paham soal dunia penerbitan serta cara "meraba" buku-buku yang diminati penerbit.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Sejarah memang milik penguasa. Namun kebenaran sejarah yang sesungguhnya belum tentu milik penguasa. Sebab kebenaran sejarah bisa dibelokkan sesuai keinginan politik sebuah rezim. Sebuah rezim bisa dengan bebas membelokan fakta sejarah dan mengabarkan fakta palsu kepada masyarakat. Nah, para pelaku sejarah yang berani membongkar fakta-fakta yang tersembunyi inilah yang kita butuhkan. Seperti halnya H. Maulwi Saelan, seorang wakil komandan Tjakrabirawa yang menuliskan kesaksiannya dalam bukunya Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Selain palmistri, ilmu pembacaan garis tangan yang cukup popular, ada pula grafologi yang tak kalah memikat. Bedanya, grafologi adalah ilmu menyibak rahasia kepribadian lewat medium tulisan tangan. Pertama kali grafologi diperkenalkan oleh Jean Michon di Perancis. Kiranya 1872, ilmu ini dikenalkan pada masyarakat hingga merebak di daratan Eropa. Pada perkembangannya grafologi masuk dalam kajian ilmu psikologi.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 1 - 10 of 28 |